Al-Idarah: Journal of Islamic Education Management
https://jurnal.stiq.assyifa.ac.id/alidarah
<p>Al-Idarah: Journal of Islamic Education Management published by the Center for Research and Community Service (P3M) Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an As-Syifa Subang, Indonesia. ISSN (Online): XXXX-XXXX ISSN (Print): XXXX-XXXX is a peer-reviewed open-access journal and follows a double-blind review policy.</p> <p>This journal aims to present scientific works related to thinking or research in the field of Islamic Education Management. In addition, this journal aims to increase understanding of Islamic Education Management through the publication of articles and research reports. This journal accepts contributions from experts in related fields who discuss the following general topics: a) Management of Islamic Education in schools, madrasahs, and higher education institutions; b) Strategic Management in Islamic Education; c) Curriculum Management in Islamic Education; d) Financial Management and Infrastructure in Islamic Education; e) Quality Management in Islamic Education; f) Institutional Management in Islamic Education<br />Conflict Management in Islamic Education.</p> <div>The official languages of the manuscript to be published in the Al-Idarah: Journal of Islamic Education Management are English and Indonesian. All articles published by the Al-Idarah will have a unique DOI number. Registration and article submission guidelines can be downloaded <a href="https://jurnal.stiq.assyifa.ac.id/alidarah/AuthorsGuidelines" target="_blank" rel="noopener">here</a>.</div>en-USAl-Idarah: Journal of Islamic Education ManagementAnalisis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kelas 8: Sejarah Berdirinya Daulah Abbasiyah
https://jurnal.stiq.assyifa.ac.id/alidarah/article/view/792
<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) materi Sejarah Berdirinya Daulah Abbasiyah di Madrasah Tsanawiyah (MTs) kelas VIII melalui perspektif kurikulum berbasis cinta. Fokus penelitian mencakup integrasi nilai cinta kepada Allah, diri sendiri, sesama, ilmu, alam, dan tanah air dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik analisis dokumen dan penerapan kritik sejarah, baik eksternal maupun internal, untuk menguji validitas dan kredibilitas sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RPP telah mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, dan spiritual secara sistematis melalui kegiatan reflektif, pembelajaran kolaboratif, literasi sejarah, dan penguatan nilai-nilai moral. Pembelajaran tidak hanya diarahkan pada pemahaman faktual, tetapi juga pada internalisasi makna historis yang relevan dengan konteks kehidupan peserta didik. Kurikulum berbasis cinta terbukti berperan dalam membangun kesadaran spiritual, empati sosial, kemandirian belajar, kepedulian lingkungan, dan sikap nasionalisme moderat. Namun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi perlunya penguatan instrumen evaluasi untuk mengukur capaian aspek afektif dan spiritual secara lebih objektif. Secara teoretis, temuan ini menegaskan bahwa kurikulum berbasis cinta berpotensi menjadi model pedagogis transformatif dalam pendidikan sejarah Islam yang berorientasi pada pembentukan karakter holistik.</p>Teddiansyah Nata Negara
Copyright (c) 2025 Al-Idarah: Journal of Islamic Education Management
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2025-12-302025-12-3011114Absennya Sejarah Bencana Ekologis dalam Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di Madrasah Aliyah
https://jurnal.stiq.assyifa.ac.id/alidarah/article/view/946
<p>Artikel ini berupaya mengkritik absennya sejarah bencana ekologis di Indonesia dalam Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam konteks pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) untuk tingkat Madrasah Aliyah (MA). Sementara salah satu nilai dalam KBC adalah cinta lingkungan (<em>hubbulbiah</em>), namun KBC sama sekali tidak menyinggung sejarah bencana ekologis atau kerusakan lingkungan yang pernah terjadi di Indonesia. Oleh karena itu, artikel ini berusaha mencari solusi atas ketidakhadiran penulisan sejarah bencana ekologis dalam kurikulum bersangkutan. Salah satu solusinya adalah peran guru SKI yang bertanggung jawab untuk memaparkan, atau setidaknya menyelipkan, beberapa peristiwa yang menyangkut bencana ekologis yang pernah berlangsung di Indonesia. Dengan begitu, peserta didik lebih memahami betapa tindakan yang tidak bertanggung jawab seperti penebangan hutan untuk dijadikan lahan perkebunan sawit, pengalihfungsian lahan yang tidak pada tempatnya, pencemaran udara melalui asap cerobong pabrik, merupakan tindakan yang tidak terpuji. Peserta didik juga memahami betapa konflik antara warga dengan aparat kerap terjadi akibat perebutan lahan yang hendak disulap menjadi destinasi wisata dengan dalih pemberdayaan ekonomi setempat. Melalui pemahaman atas sejarah bencana ekologis, maka salah satu nilai dalam KBC, yaitu cinta kepada lingkungan (<em>hubbulbiah</em>), menjadi lebih konkret dan membumi bagi peserta didik. Guru SKI madrasah aliyah bisa menyisipkan sekilas peristiwa-peristiwa bencana ekologis yang pernah terjadi di Indonesia. Guru juga bisa membandingkan prosentase kerusakan lingkungan di masa kolonial dengan masa setelah Kemerdekaaan, hingga pasca Reformasi dari zaman pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono hingga Prabowo Subianto. Dengan begitu, peserta didik benar-benar paham bahwa menjaga lingkungan, termasuk merawat hutan, menjaga sungai dan udara dari sampah dan polusi udara merupakan perwujudan dari kecintaan kaum Muslim terhadap lingkungan beserta isinya. </p>Yusandi Yusandi
Copyright (c) 2025 Al-Idarah: Journal of Islamic Education Management
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-02-132026-02-13111524