Al-Idarah: Journal of Islamic Education Management https://jurnal.stiq.assyifa.ac.id/alidarah <p>Al-Idarah: Journal of Islamic Education Management published by the Center for Research and Community Service (P3M) Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an As-Syifa Subang, Indonesia. ISSN (Online): 3124-9639 ISSN is a peer-reviewed open-access journal and follows a double-blind review policy.</p> <p>This journal aims to present scientific works related to thinking or research in the field of Islamic Education Management. In addition, this journal aims to increase understanding of Islamic Education Management through the publication of articles and research reports. This journal accepts contributions from experts in related fields who discuss the following general topics: a) Management of Islamic Education in schools, madrasahs, and higher education institutions; b) Strategic Management in Islamic Education; c) Curriculum Management in Islamic Education; d) Financial Management and Infrastructure in Islamic Education; e) Quality Management in Islamic Education; f) Institutional Management in Islamic Education; g) Conflict Management in Islamic Education.</p> <div>The official languages of the manuscript to be published in the Al-Idarah: Journal of Islamic Education Management are English and Indonesian. All articles published by the Al-Idarah will have a unique DOI number. Registration and article submission guidelines can be downloaded <a href="https://jurnal.stiq.assyifa.ac.id/alidarah/AuthorsGuidelines" target="_blank" rel="noopener">here</a>.</div> en-US Al-Idarah: Journal of Islamic Education Management 3124-9639 Genealogi dan Diskursus Manajemen Kurikulum Berbasis Cinta dalam Pendidikan Islam Indonesia https://jurnal.stiq.assyifa.ac.id/alidarah/article/view/1037 <p>Kurikulum pendidikan Islam di Indonesia senantiasa berkembang dalam pusaran dinamika nilai, ideologi, dan kebijakan yang bergerak seiring konteks sosial dan historisnya; dalam pusaran inilah kurikulum berbasis cinta muncul sebagai gagasan yang menekankan mahabbah, rahmah, dan relasi pedagogis humanis, dan sejak 2025 diformalkan Kementerian Agama melalui Keputusan Menteri Agama Nomor 1503 Tahun 2025. Penelitian ini bertujuan menelusuri genealogi gagasan tersebut untuk merekonstruksi akar normatif, tradisi pedagogis, dan dinamika intelektual yang membentuknya, sekaligus memetakan transformasinya menjadi wacana kebijakan dan kerangka manajemen kurikulum kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode sejarah, meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, terhadap sumber primer dan sekunder berupa teks normatif Islam, pemikiran tokoh pendidikan, dan dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai cinta berakar pada konsep mahabbah dan rahmah dalam sumber normatif Islam serta relasi kiai-santri dalam tradisi pesantren, diperkuat oleh pemikiran tokoh pembaru pendidikan Islam Indonesia yang menempatkan keseimbangan spiritual dan sosial sebagai basis pedagogis. Gagasan ini kemudian bertransformasi dari wacana normatif menjadi kebijakan moderasi beragama dan Kurikulum Berbasis Cinta, sekaligus menuntut penerjemahan ke dalam fungsi manajemen kurikulum yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, meski institusionalisasinya masih menghadapi risiko formalisasi nilai menjadi jargon administratif dan kesenjangan kompetensi pedagogis di lapangan.</p> Mulyanudin Mulyanudin Copyright (c) 2026 Al-Idarah: Journal of Islamic Education Management https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-09-27 2026-09-27 1 2 89 101 Manajemen Pendidikan Islam dalam Membangun Kenyamanan Kerja Tenaga Kependidikan di Pesantren Syafa'aturrasul Taluk Kuantan Riau https://jurnal.stiq.assyifa.ac.id/alidarah/article/view/1106 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan manajemen pendidikan Islam dalam membangun kenyamanan kerja tenaga kependidikan di Pesantren Syafa’aturrasul Taluk Kuantan Riau. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pimpinan pesantren dan tenaga kependidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pendidikan Islam diterapkan melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi yang berlandaskan nilai amanah, keadilan, musyawarah, tanggung jawab, dan ukhuwah Islamiyah. Kenyamanan kerja dibangun melalui pembagian tugas sesuai kompetensi, struktur organisasi yang jelas, kepemimpinan humanis dan religius, lingkungan kerja yang bersih dan aman, hubungan sosial yang harmonis, serta pembinaan spiritual melalui shalat berjamaah, pengajian, dan doa bersama. Pimpinan juga memberikan motivasi dan penghargaan kepada pegawai. Meskipun terdapat keterbatasan fasilitas, rangkap tugas, dan aspek kesejahteraan yang masih perlu ditingkatkan, tenaga kependidikan secara umum mempersepsikan lingkungan kerja sebagai nyaman. Temuan penelitian menunjukkan adanya keterkaitan antara kenyamanan kerja dengan kedisiplinan, loyalitas, kerja sama, dan kualitas pelayanan. Namun, keterkaitan tersebut dipahami berdasarkan pengalaman dan persepsi informan, bukan sebagai hubungan kausal yang diukur secara statistik. Kenyamanan kerja terutama terbentuk melalui kejelasan tugas, hubungan interpersonal, kondisi lingkungan, kepemimpinan, dan suasana spiritual pesantren.</p> Fajar Illahi Copyright (c) 2026 Al-Idarah: Journal of Islamic Education Management https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-09-24 2026-09-24 1 2 64 77 Model Total Quality Management (TQM) dalam Perspektif Pendidikan Islam: Kajian Literatur atas Prinsip Ihsan dan Profesionalisme https://jurnal.stiq.assyifa.ac.id/alidarah/article/view/1113 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi prinsip <em>ihsan</em> dan profesionalisme dengan Total Quality Management (TQM) serta mengonstruksi model konseptual TQM dalam perspektif pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain <em>library research</em>. Analisis dilakukan menggunakan <em>content analysis</em> melalui tahap <em>coding</em>, <em>categorizing</em>, dan <em>synthesizing</em> untuk mengidentifikasi keterkaitan antarkonsep dan menyusun model konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TQM dalam pendidikan Islam tidak hanya berkaitan dengan efektivitas dan efisiensi organisasi, tetapi juga dengan dimensi moral, spiritual, dan profesional. <em>Ihsan</em> memberikan orientasi nilai terhadap pelaksanaan mutu, sedangkan profesionalisme menerjemahkan nilai tersebut dalam kompetensi, integritas, amanah, dan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas. Berdasarkan analisis literatur, penelitian ini menghasilkan model konseptual yang terdiri atas lima komponen, yaitu <em>ihsan</em> sebagai fondasi spiritual, budaya mutu Islami, profesionalisme sumber daya manusia, <em>continuous improvement</em>, dan mutu pendidikan Islam holistik. Model tersebut merupakan konstruksi konseptual yang mengintegrasikan nilai Islam dengan prinsip TQM dan belum diuji secara empiris. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan manajemen mutu pendidikan Islam.</p> Nova Ismawati Muhammad Irfan Copyright (c) 2026 Al-Idarah: Journal of Islamic Education Management https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-09-25 2026-09-25 1 2 78 88 Sinergi Manajemen Kelas Preventif–Kuratif Berbasis Fun Learning di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah (MDTA) Al-Ihsan Cibiru Hilir Bandung https://jurnal.stiq.assyifa.ac.id/alidarah/article/view/1252 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis sinergi pengelolaan kelas preventif dan kuratif berbasis <em>fun learning</em> di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah (MDTA) Al-Ihsan Cibiru Hilir Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-fenomenologis dengan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam terhadap empat guru, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi preventif diterapkan melalui penataan ruang belajar model lesehan dan pengaturan ritme pembelajaran dengan <em>brain break</em> untuk merespons keterbatasan fasilitas serta kelelahan santri pada waktu belajar sore hingga malam hari. <em>Fun learning</em> diwujudkan melalui diferensiasi proses, permainan edukatif, tutor sebaya, dan <em>ice breaking</em> yang mendukung keterlibatan serta interaksi antarsantri. Sementara itu, strategi kuratif dilakukan melalui kesepakatan kelas dan konsekuensi logis tanpa intimidasi, yang diseimbangkan dengan penguatan positif berupa apresiasi dan <em>reward</em>. Temuan menunjukkan bahwa <em>fun learning</em> tidak semata-mata merupakan aktivitas bermain, tetapi menjadi iklim pembelajaran yang humanis, adaptif, dan tetap terstruktur. Sinergi strategi tersebut mendukung keteraturan, keterlibatan, serta pembiasaan disiplin dan tanggung jawab santri.</p> Muhamad Sidqi Mujahid Copyright (c) 2026 Al-Idarah: Journal of Islamic Education Management https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-09-27 2026-09-27 1 2 102 114