Main Article Content

Abstract

Perkembangan ekonomi digital telah mengubah pola transaksi masyarakat melalui berbagai platform seperti e-commerce, marketplace, fintech, dompet digital, dan layanan buy now pay later (BNPL). Perubahan tersebut menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi implementasi fiqh muamalah sebagai pedoman aktivitas ekonomi dalam Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi fiqh muamalah dalam praktik ekonomi masyarakat Indonesia pada era digital serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai literatur akademik, buku, regulasi, fatwa, dan hasil penelitian terkini yang relevan dengan fiqh muamalah dan ekonomi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip fiqh muamalah, seperti keadilan, transparansi, kemaslahatan, dan larangan riba, gharar, maysir, serta tadlis tetap relevan dalam menjawab dinamika ekonomi kontemporer. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala berupa rendahnya literasi fiqh muamalah, kompleksitas transaksi digital, budaya transaksi yang pragmatis, serta keterbatasan pemahaman masyarakat terhadap akad syariah. Penelitian ini menawarkan model implementasi fiqh muamalah yang mengintegrasikan literasi syariah, budaya transaksi, inovasi digital, dan dukungan regulasi kelembagaan sebagai upaya memperkuat praktik ekonomi yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah di Indonesia.

Keywords

Fiqh Muamalah, Literasi Keuangan Syariah, Transaksi Digital, Budaya Transaksi, Regulasi Kelembagaan

Article Details

Author Biographies

Retno Karnengsih, Hukum Ekonomi Syariah, Sekolah Tinggi Agama Islam Sabili Bandung

Seorang lulusan dari Sekolah Tinggi Agama Islam Sabili Bandung yang memiliki minat penelitian pada bidang ekonomi dan hukum syariah

Lukman, Ilmu Hukum, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Painan Banten

Seorang lulusan darii Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Painan Banten yang memiliki minat penelitian pada ilmu hukum dan korelasinya dengan hukum syariah di Indonesia

Chika Refika Ananda, Ekonomi Manajemen, Universitas Pamulang

Seorang lulusan dari Universitas Pamulang yang memiliki minat dalam penelitian terhadap pengembangan ekonomi Indonesia melalui manajemen hukum dan kebijakan

How to Cite
Agustina, S. E., Karnengsih, R., Lukman, & Ananda, C. R. (2026). Model Implementasi Fiqh Muamalah dalam Praktik Ekonomi Masyarakat Indonesia di Era Digital . Kahf: Journal of Management and Sharia Business, 1(1), 28–38. Retrieved from https://jurnal.stiq.assyifa.ac.id/kahf/article/view/1172

References

  1. Aji, H. M., Husin, M. M., Othman, A. K., Hidayat, A., & Wan Rashid, W. E. (2024). Religious-based ethics and buy-now-pay-later re-usage intention among Muslim consumers in Indonesia and Malaysia: a commitment-trust theory perspective. Cogent Business & Management, 11(1). https://doi.org/10.1080/23311975.2024.2363441
  2. Ayub, M. (2007). Understanding Islamic Finance. Wiley.
  3. Bank Indonesia. (2026). Blueprint Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Syariah 2030. https://www.bi.go.id/id/publikasi/kajian/Documents/Blueprint-Kebijakan-Ekonomi-dan-Keuangan-Syariah-2030.pdf
  4. Batubara, C., Rokan, M. K., Manaf, M. F. B. A., Sukiati, S., & Harahap, I. (2024). Realizing Justice and Maṣlaḥah in E-Commerce: Fiqh Muamalah Insights and Challenges in Malaysia and Indonesia. JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah), 23(2), 253. https://doi.org/10.31958/juris.v23i2.12356
  5. Bowen, G. A. (2009). Document Analysis as a Qualitative Research Method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40. https://doi.org/10.3316/qrj0902027
  6. Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th ed.). Sage Publications.
  7. DSN-MUI. (2021a). Fatwa No. 144/DSN-MUI/XII/2021 tentang Marketplace Berdasarkan Prinsip Syariah.
  8. DSN-MUI. (2021b). Fatwa No. 145/DSN-MUI/XII/2021 tentang Dropship Berdasarkan Prinsip Syariah.
  9. DSN-MUI. (2021c). Fatwa No. 146/DSN-MUI/XII/2021 tentang Online Shop Berdasarkan Prinsip Syariah.
  10. Dusuki, A. W., & Abdullah, N. I. (2007). Why do Malaysian customers patronise Islamic banks? International Journal of Bank Marketing, 25(3), 142–160. https://doi.org/10.1108/02652320710739850
  11. Hidayati, T., Hidayatullah, M. S., Komarudin, P., & Atika, A. (2023). Digitalization of Islamic Finance: Epistemological Study of the National Sharia Board-Indonesian Council of Ulama’s Fatwa. Al-Ahkam, 33(2), 255–278. https://doi.org/10.21580/ahkam.2023.33.2.17324
  12. Indri, I., Ariani, Z., Hidayanti, N. F., Agustina, A., Hulaimi, A., & Dewi, N. Y. S. (2025). The role of Islamic financial literacy in the adoption of digital financial services: A bibliometric analysis and literature review. Proceeding of Islamic International Conference on Education, Communication, and Economics.
  13. Isma, I., & Kurniawati, F. (2025). Fiqh muamalah: Implementation of sale and purchase agreements in modern economic transactions. Muamalah, 11(2), 162–174. https://doi.org/10.19109/muamalah.v11i2.32495
  14. Jaakkola, E. (2020). Designing conceptual articles: four approaches. AMS Review, 10(1–2), 18–26. https://doi.org/10.1007/s13162-020-00161-0
  15. Lubis, M. I. A., Anggraini, T., & Daulay, A. N. (2025). Religiosity, Trust, and Literacy Drive Islamic Finance Adoption. Academia Open, 10(2). https://doi.org/10.21070/acopen.10.2025.11066
  16. Mansur, M., Assulthoni, F., Nikmah, F., & Masithoh, F. N. (2025). Reconstructing Fiqh Muamalah for the Digital Age: A Framework for Shariah-Tech Integration. Journal of Islamic Economics Studies and Practices, 4(2), 150–159. https://doi.org/10.54180/jiesp.2025.4.2.150-159
  17. Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
  18. Nurjaman, M. I., Ayu, D., Al-Rasyid, C. S., & Witro, D. (2021). Jual Beli Online dan Penentuan Hukum yang Terjadi di dalamnya. Al-Qanun: Jurnal Pemikiran Dan Pembaharuan Hukum Islam, 24(2), 340–364. https://doi.org/10.15642/alqanun.2021.24.2.340-364
  19. Otoritas Jasa Keuangan, & Badan Pusat Statistik. (2025). Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025.
  20. Solikin, S., Romdhoni, A. H., & Sumadi, S. (2025). Peran Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah terhadap Pengembangan UMKM di Indonesia. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 11(02). https://doi.org/10.29040/jiei.v11i02.17239
  21. Zuzanti, Z. (2024). Interdisciplinary Drivers of Fiqh Muamalah: Social, Economic, and Technological Perspectives. Sinergi International Journal of Islamic Studies, 2(2), 123–135. https://doi.org/10.61194/ijis.v2i2.604