Main Article Content

Abstract

Kurikulum pendidikan Islam di Indonesia senantiasa berkembang dalam pusaran dinamika nilai, ideologi, dan kebijakan yang bergerak seiring konteks sosial dan historisnya; dalam pusaran inilah kurikulum berbasis cinta muncul sebagai gagasan yang menekankan mahabbah, rahmah, dan relasi pedagogis humanis, dan sejak 2025 diformalkan Kementerian Agama melalui Keputusan Menteri Agama Nomor 1503 Tahun 2025. Penelitian ini bertujuan menelusuri genealogi gagasan tersebut untuk merekonstruksi akar normatif, tradisi pedagogis, dan dinamika intelektual yang membentuknya, sekaligus memetakan transformasinya menjadi wacana kebijakan dan kerangka manajemen kurikulum kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode sejarah, meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, terhadap sumber primer dan sekunder berupa teks normatif Islam, pemikiran tokoh pendidikan, dan dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai cinta berakar pada konsep mahabbah dan rahmah dalam sumber normatif Islam serta relasi kiai-santri dalam tradisi pesantren, diperkuat oleh pemikiran tokoh pembaru pendidikan Islam Indonesia yang menempatkan keseimbangan spiritual dan sosial sebagai basis pedagogis. Gagasan ini kemudian bertransformasi dari wacana normatif menjadi kebijakan moderasi beragama dan Kurikulum Berbasis Cinta, sekaligus menuntut penerjemahan ke dalam fungsi manajemen kurikulum yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, meski institusionalisasinya masih menghadapi risiko formalisasi nilai menjadi jargon administratif dan kesenjangan kompetensi pedagogis di lapangan.

Keywords

Kurikulum Berbasis Cinta Manajemen Pendidikan Islam Indonesia Genealogi

Article Details

References

  1. Al-Bukhari, Muhammad b. Ismail. Shahih Al-Bukhari. Kairo: Maktabah Salafiyah, 1400.
  2. Azlin, Nurwan, Veriska, and Herlini Puspika Sari. “Pemikiran K.H. Hasyim Asy’ari Tentang Pendidikan Islam Dan Relevansinya Terhadap Tantangan Moral Di Era Globalisasi.” Qayid: Jurnal Pendidikan Islam 1, no. 2 (2025): 53–63. https://doi.org/https://doi.org/10.61104/qd.v1i2.403.
  3. Dayusman, Edo Alvizar. “Pola Modern Organisasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam.” Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education 4, no. 2 (2023): 115–30. https://doi.org/10.32832/idarah.v4i2.14793.
  4. Dewanty, Salsabila, Saskia Maulina, and Rizki Amrillah. “Konsep Pendidikan Islam Menurut KH. Ahmad Dahlan.” JUKIM: Jurnal Ilmiah Multidisiplin 3, no. 3 (2024): 103–9. https://doi.org/https://doi.org/10.56127/jukim.v3i03.1336.
  5. Dhofier, Zamakhsyari. Tradisi Pesantren. Jakarta: LP3ES, 2011.
  6. Febiana, Ays Risma, Dinda Ayu Maharani, and Muhammad Nuril Huda. “Kurikulum Berbasis Cinta Sebagai Strategi Perencanaan Ekosistem Pembelajaran Mendalam: Model, Tantangan Dan Implementasi.” AICLeMa 2025 2 (2025): 218–31. https://doi.org/https://doi.org/10.15642/AICLeMa.2025.2.218-231.
  7. Firdaus, and Hermawan. “Manajemen Kurikulum Berbasis Pesantren Di SMP Muhammadiyah Jono Bayan Purworejo.” Tamaddun: Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran Keagamaan 22, no. 2 (2021): 113–20. https://doi.org/https://doi.org/10.30587/tamaddun.v22i2.
  8. Gottschalk, Louis. Understanding History. New York: Alfred A. Knopf, 1950.
  9. Hasibuan, Ahmad Ibrahim. “Transformasi Sistem Pendidikan Islam Dari Masa Klasik Hingga Era Modern: Sebuah Tinjauan Pedagogis.” Islamic Education 6, no. 1 (2026): 1–9. https://doi.org/https://doi.org/10.57251/ie.v6i2.2177.
  10. Hidayati, Afifah, Jalaludin, Mukhamad Najikh, and Mukhammad Sultan Alikhan. “Curriculum Management Implementation Strategies in Improving the Quality of Madrasah Education.” IJESS 04, no. 03 (2025): 310–23. https://doi.org/https://doi.org/10.33650/ijess.v4i2.12733.
  11. Indonesia, Menteri Agama Republik. Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 1503 Tahun 2025 Tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Agama Nomor 450 Tahun 2024 Tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada Raudhatul Athfal, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah da (2025).
  12. Junaedi, Abdul Wahab, and Tia Agustina Lantika Suwardi. “Analisis Komparatif Manajemen Kurikulum Antara Kurikulum 2013 Dan Kurikulum Berbasis Cinta Dalam Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Di Madrasah Aliyah.” Al-Idarah: Journal of Islamic Education Management 1, no. 1 (2026): 52–63.
  13. Kartodirdjo, Sartono. Pendekatan Ilmu Sosial Dalam Metodologi Sejarah. Jakarta: Gramedia, 1993.
  14. Khoir, Mulyanto Abdul, Aulia Nurul Fahriani, and Ulil Amriati. “Studi Pemikiran Pendidikan Menurut Ki Hajar Dewantoro.” Tsaqofah: Jurnal Penelitian Guru Indonesia 6, no. 2 (2026): 1863–80. https://doi.org/https://doi.org/10.58578/tsaqofah.v6i2.8671.
  15. Lestari, Yanti, and Iskandar Mirza. “Pendidikan Kasih Sayang (Rahmah) Dalam Perspektif Al- Qur’an Dan Hadis Tarbawi.” Tarbawi: Jurnal Pendidikan Islam Dan Isu-Isu Sosial 11, no. 1 (2026): 150–56. https://doi.org/doi.org/10.37216/tarbawi.v11i1.3192.
  16. Maarif, Ahmad Syafii. Islam Dan Masalah Kenegaraan. Jakarta: LP3ES, 1996.
  17. Muntiasih, Siti, Vina Yunika Fitriani, and Salmah Fa;atin. “Integrasi Nilai-Nilai Cinta Dalam Pembelajaran PAI Berbasis Kitab Kuning.” Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 10, no. 04 (2025): 270–87. https://doi.org/https://doi.org/10.23969/jp.v10i04.
  18. Nata, Abuddin. Pemikiran Pendidikan Islam. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2013.
  19. Nirmalasari, Destiany, Syahidah Qolbiya Sakinah, and Zaahidah Aufaa Ahdillah. “Strategi Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta Dalam Penguatan Nilai Spiritual Dan Moral Pada Pembelajaran SKI.” Al-Idarah: Journal of Islamic Education Management 1, no. 1 (2026): 28–41.
  20. Noddings, Nel. Caring: A Feminine Approach to Ethics and Moral Education. Berkeley: University of California Press, 1984.
  21. Pratama, Fitriyana, Marno, and Ahmad Barizi. “Manajemen Strategi Kepala Madrasah Dalam Mengimplementasikan Kurikulum Madrasah Diniyah ( Studi Kasus Di Pondok Pesantren Al- Mardliyah Tambakberas Jombang ).” Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan 11, no. 2 (2026): 1369–74. https://doi.org/https://doi.org/10.29303/jipp.v11i2.4865 kepala.
  22. Rahman, Fazlur. Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition. Chicago: University of Chicago Press, 1982.
  23. RI, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementrian Agama. Panduan Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah (2025).
  24. RI, Kementerian Agama. Moderasi Beragama. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI, 2019.
  25. Shihab, M Quraish. Tafsir Al-Misbah. Jakarta: Lentera Hati, 2002.
  26. Steenbrink, Karel A. Pesantren, Madrasah, Sekolah. Jakarta: LP3ES, 1986.
  27. Tilaar, H.A.R. Kekuasaan Dan Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta, 2009.
  28. Trisnojoyo, Trisnojoyo, Giyoto, and Imam Mujahid. “Implementation of Curriculum Integration at Pondok Pesantren PPMI Assalaam Surakarta.” Inovasi Kurikulum 22, no. 2 (2025): 23–36. https://doi.org/https://doi.org/10.17509/jik.v22i2.80883.
  29. Tyler, Ralph W. Basic Principles of Curriculum and Instruction. Chicago: University of Chicago Press, 1949.
  30. Yanti, Ade, Devi Idhah Nursyafitri, Desy Rahmalia, and Ismail Mubarok. “Pemikiran Al-Ghazali Tentang Tasawuf Dalam Pembentukan Karakter Generasi Milenial.” Jurnal Insan Pendidikan Dan Sosial Humaniora 4, no. 2 (2026): 141–47. https://doi.org/https://doi.org/10.59581/jipsoshum-widyakarya.v4i2.6373.