Main Article Content

Abstract

Kurikulum Berbasis Cinta pada pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di Madrasah Aliyah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis melalui studi pustaka terhadap jurnal, buku, dokumen kurikulum, laporan penelitian, dan berita terkait bencana ekologis di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta memiliki landasan nilai yang kuat untuk menanamkan cinta lingkungan (hubbul bi’ah), tetapi implementasinya dalam pembelajaran SKI masih cenderung normatif, simbolik, dan belum menyentuh dimensi historis-kritis. Integrasi nilai ekologis selama ini lebih banyak diwujudkan dalam aktivitas seremonial, seperti menanam pohon dan menjaga kebersihan, tanpa mengaitkannya secara mendalam dengan realitas kerusakan lingkungan, konflik agraria, pencemaran industri, dan bencana ekologis di Indonesia. Oleh karena itu, manajemen integrasi nilai ekologis perlu dilakukan secara sistematis melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Integrasi sejarah bencana ekologis dalam materi SKI dapat memperkuat kesadaran kritis, tanggung jawab moral, dan sikap ekologis peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran SKI tidak hanya menjadi sarana transfer pengetahuan sejarah, tetapi juga media pembentukan karakter ekologis yang selaras dengan nilai rahmatan lil ‘alamin.

Keywords

Manajemen Nilai ekologis Kurikulum Berbasis Cinta Sejarah Kebudayaan Islam Madrasah Aliyah

Article Details

References

  1. Afryansyah, Afryansyah, and Muhammad Sirozi. “Pendidikan Humanis Melalui Internalisasi Kurikulum Berbasis Cinta Di Madrasah Aliyah Negeri.” Intelektual: Jurnal Pendidikan Dan Studi Keislaman 15, no. 2 (2025): 343–58. https://doi.org/10.33367/ji.v15i2.7484.
  2. Alfiansyah. “Mendidik Dengan Hati : Moderasi Beragama Melalui Kurikulum Berbasis Cinta Sebagai Solusi Atas Krisis Nilai Dan Empati Di Dunia Pendidikan Islam Menuju Pembangunan Berkelanjutan.” Jurnal Pemikiran Dan Pengembangan Pembelajaran 7, no. 2 (2025): 1–11. https://doi.org/https://doi.org/10.31970/pendidikan.v7i2.
  3. Anugrah, Adelia Salsabila, Mila Karmilah, and Boby Rahman. “Potret Krisis Sosio-Ekologi Kawasan Pesisir Dampak Reklamasi.” Journal of Urban and Regional Plaming 3, no. 1 (2022): 9–21. https://doi.org/10.26418/uniplan.v3i1.52818.
  4. Hakim, Lukmanul, and Irawan. “Merancang Pembelajaran PAI Berbasis KBC Untuk Menumbuhkan Sikap Cinta Ilmu Pada Materi Peradaban Islam Masa Abbasiyah.” An-Najah 05, no. 01 (2026): 3–12.
  5. Negara, Teddiansyah Nata. “Analisis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kelas 8: Sejarah Berdirinya Daulah Abbasiyah Teddiansyah.” Al-Idarah: Journal of Islamic Education Management 1, no. 1 (2026): 1–14.
  6. Ngazijah, Nadiatul, Nadila Shafa Khairunisa, and Muhammaad Husain. “Pedagogi Eros: Menyemai Love Based Curriculum Dalam Ekologi Belajar Mendalami Di MA Al-Amiriyah Banyuwangi.” In 2nd Annual Islamic Conference for Learning and Management, 321–34, 2025.
  7. Noroyono, Bambang. “Ini Daftar Perusahaan Yang Diduga Menjadi Biang Kerok Banjir Di Sumatera.” Republika, 2025. https://news.republika.co.id/berita/t7b6a2377/ini-daftar-perusahaan-yang-diduga-menjadi-biang-kerok-banjir-di-sumatera.
  8. Pernaningtik, Nur Aniqa, Alif Akbar Maulana, Nabella Enita Putri Firnanda, and Nizam Ramadhan. “Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (Kbc) Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di MA Nur Al-Jadid Waru Sidoarjo.” Journal of Innovative and Creativity 6, no. 1 (2026): 2081–91. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.6771.
  9. Putri, Lintang Dwwi Fi’liya, and Dika Purnama Aulia Rohma. “Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Dalam Perspektif QS. Ali Imran [3]: 31 Membangun Ruh Cinta Kepada Allah, Rasul Dan Alam Dalam Pendidikan.” Pesantren Studies Annual Symposium on Pesantren Studies (Ansops) 04 (2025): 1–14.
  10. Randra, Trypama. “Bencana Sumatera: 25 Kabupaten/Kota Masih Berstatus Tanggap Darurat.” Detik.Com, 2025. https://news.detik.com/berita/d-8263368/bencana sumatera-25-kabupaten-kota-masih-berstatus-tanggap-darurat.
  11. ———. “Bencana Sumatera: 25 Kabupaten/Kota Masih Berstatus Tanggap Darurat.” Detik.Com, 2025. https://news.detik.com/berita/d-8263368/bencana-sumatera-25-kabupaten-kota-masih-berstatus-tanggap-darurat.
  12. Safitri, Eva. “Prabowo Ungkap Alasan Tak Tetapkan Bencana Nasional Banjir Sumatera.” Detik.Com, 2026. https://www.detik.com/sumut/berita/d-8287645/prabowo-ungkap-kembali-alasan-bencana-sumatera-tak-berstatus-nasional.
  13. Trinata, Anisa, Dimas Ramadhan Perdana, Ginda Harahap, Hasna Arifa Fadilah, Jason Renardi Marrino, Jonathan Putra Pamungkas, Meva Harahap, and Sofyan. Bencana Ekologis Mereduksi Resiko, Memulihkan Indonesia. Yogyakarta: Penerbit Samudra Biru, 2025.