Main Article Content

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam penguatan nilai spiritual dan moral pada pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MTs kelas IX. Latar belakang penelitian ini berangkat dari melemahnya nilai moral, empati, dan kesadaran spiritual peserta didik, serta kecenderungan pembelajaran yang masih berorientasi pada aspek kognitif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan. Data diperoleh dari sumber primer dan sekunder, seperti regulasi Kementerian Agama tentang Kurikulum Berbasis Cinta, buku, jurnal, serta modul ajar SKI. Analisis data dilakukan melalui analisis isi terhadap konsep, strategi, dan implikasi penerapan Kurikulum Berbasis Cinta dalam pembelajaran SKI. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dapat dilakukan melalui strategi keteladanan guru, narasi inspiratif tokoh sejarah Islam, pembelajaran kolaboratif, pembiasaan nilai, refleksi, dan dialog empatik. Strategi tersebut mampu memperkuat internalisasi nilai spiritual dan moral peserta didik, seperti kejujuran, tanggung jawab, empati, toleransi, dan penghargaan terhadap sesama. Selain itu, pembelajaran SKI menjadi lebih bermakna karena tidak hanya menyampaikan fakta sejarah, tetapi juga menghadirkan ibrah dan keteladanan. Dengan demikian, Kurikulum Berbasis Cinta relevan diterapkan sebagai pendekatan humanis dan transformatif dalam pembelajaran SKI

Keywords

Strategi Kurikulum Berbasis Cinta SKI Internalisasi nilai Pendidikan Islam

Article Details

References

  1. Al-Ghazali. Ihya’ Ulumuddin (Terjemahan), Jilid I. Semarang: As-Syifa, 1990.
  2. Anwar, Muhammad. “Internalisasi Nilai Spiritual dalam Pembelajaran: Pendekatan Abad.” Jurnal Pendidikan Islam 7, no. 2 (2019).
  3. Arifin, H.M. Ilmu Pendidikan Islam: Suatu Tinjauan Teoritis dan Praktis Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner. Jakarta: Bina Aksara, 1991.
  4. Attas, Syed Muhammad Naquib al-. The Concept of Education in Islam (A Framework for an Islamic Philosophy of Education). Kuala Lumpur: International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC), 1999.
  5. Bloom, Benjamin. Taxonomy of Educational Objectives: Handbook II—Affective Domain. New York: David McKay, 1964.
  6. Clandinin, Jean, dan F. Michael Conelly. Narrative Inquiry: Experience and Story in Qualitative Research. San Francisco: Jossey-Bass, 2000.
  7. Djamarah, Syaiful Bahri. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta, 2000.
  8. Fadlullah, Ahmad. “Kasih Sayang dalam Pendidikan Islam dan Implikasinya di Sekolah.” Jurnal Studi Keislaman 12, no. 1 (2020).
  9. Fitriani, Siti. “Pendidikan Karakter Islam Berbasis Keteladanan dalam Pembelajaran Sejarah.” Jurnal Pendidikan Karakter 5, no. 1 (2021).
  10. Gunawan, Heri. Kajian Teoritis dan Pemikiran Tokoh. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2014.
  11. Ibn Qayyim, al-Jawziyyah. Madarij al-Salikin. Cairo: Dar al-Hadith, 2003.
  12. Johnson, David W., dan Roger T. Johnson. Cooperation and Competition: Theory and Research. Edina: Interaction Book Company, 1989.
  13. Kartodirdjo, Sartono. Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah. Jakarta: Penerbit Gramedia, 1993.
  14. Kementerian Agama Republik Indonesia. Keputusan Dirjen Pendis tentang Kurikulum Berbasis Cinta. Jakarta, 2025.
  15. ———. “Panduan Kurikulum Berbasis Cinta.” Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, 2025.
  16. Kolb, David A. Experiential Learning: Experience as the Source of Learning and Development. Englewood Cliffs: Prentice Hall, 1984.
  17. Langgulung, Hasan. Manusia dan Pendidikan: Suatu Analisa Psikologi, Filsafat dan Pendidikan. Jakarta: Pustaka Al-Husna, 1986.
  18. Lickona, Thomas. Education for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. New York: Bantam Books, 1991.
  19. Magdalena, Bestari Endayana, Aflah Indra Pulungan, Maimunah, dan Nurazmi Dalila Dalimunthe. Metode Penelitian (Untuk Penulisan Laporan Penelitian dalam Ilmu Pendidikan Agama Islam). Tasikmalaya: Penerbit Buku Literasiologi, 2021.
  20. Nata, Abuddin. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Gaya Media Pratama, 2005.
  21. ———. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2012.
  22. Nizar, Samsul. Memperbincangkan Dinamika: Intelektual dan Pembaharuan Pendidikan Islam. Jakarta: Pranada Media Group, 2008.
  23. Nursi, Said. Risale-i Nur Collection. Diterjemahkan oleh Sukran Vahide. Istanbul: Sozler Publications, 2000.
  24. Palmer, Parker. “The Heart of a Teacher Identity and Integrity in Teaching.” Dalam The Courage to Teach: Exploring the Inner Landscape of a Teacher’s Life. San Francisco: Jossey-Bass, 1998.
  25. Putra Daulay, Hasan. Pendidikan Islam dalam Perspektif Filsafat. Jakarta: Kencana, 2014.
  26. Rogers, Carl R. Freedom to Learn. Colombus: Charles Merrill Publishing, 1969.
  27. Shabrina, Anisa Ruhi, Suhaila Putri Siregar, dan Daulat Saragi. “Memahami Konsep Kurikulum Berbasis Cinta dalam Pembelajaran melalui Kajian Filsafat Pendidikan.” Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran 8, no. 3 (2025).
  28. Trianto. Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara, 2012.
  29. Wati, Tri. “Tafsir Al-Qur’an Surah Ar-Rahman Ayat 1-4 dalam Perspektif Pendidikan Islam.” Skripsi, Sekolah TInggi Agama Islam Negeri (STAIN) Curup, 2016.
  30. Zulkarnain. Transformasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008.