Main Article Content
Abstract
Scholarship programs have become an important tool in encouraging access to Vocational High School education and socio-economic development for financially disadvantaged communities. The research results show that the scholarship program has a significant positive impact on access to higher education. People who receive scholarships have greater opportunities to access higher education compared to groups who do not receive financial assistance. Apart from that, positive impacts can also be seen in socio-economic development. Graduates of scholarship programs tend to have lower unemployment rates and higher income levels compared to those who do not receive scholarships. School principals play a central role in the successful implementation of scholarship programs in vocational high schools. In directing the implementation of the scholarship program, focus on the strategies used to ensure the smooth running and positive impact of the program.
Keywords
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
References
- Al-Buraey, M. A. (1986). Islam Landasan Alternatif Administrasi Pembangunan. Rajawali Press.
- Arikunto, S. (2002). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.
- Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian. Rineka Cipta.
- Dewey, J. (1997). Experience and education. Simon & Schuster.
- Fahmi, M. (2018). Pemerataan Akses Pendidikan Melalui Program Beasiswa. Jurnal Pendidikan Indonesia, 7(2), 101–112.
- Hasbullah. (2015). Dasar-dasar ilmu pendidikan. PT Raja Grafindo Persada.
- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
- Kemendikbud. (2019). Pedoman pelaksanaan Program Indonesia Pintar.
- Lukman, S. (1992). Filsafat kepemimpinan: Studi komparatif US Army, ABRI, dan Islam. Grafikatama Jaya.
- Moleong, L. J. (2002). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.
- Moleong, L. J. (2014). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
- Mulyasa, E. (2012). Manajemen berbasis sekolah. Remaja Rosdakarya.
- Mulyasa, E. (2018). Menjadi kepala sekolah profesional. Remaja Rosdakarya.
- Mustaghfiroh, N. (2017). Kebijakan beasiswa dalam pendidikan nasional. Jurnal Kebijakan Pendidikan, 5(1), 55–66.
- Pemerintah Republik Indonesia. (2008). Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan.
- Pemerintah Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan.
- Rahardjo, M. D. (1995). Dunia pesantren dalam peta pembaharuan. Dalam Pesantren dan pembaharuan. LP3ES.
- Sagala, S. (2010). Manajemen strategik dalam peningkatan mutu pendidikan. Alfabeta.
- Sugiyono. (2006). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif dan R&D. PT Remaja Rosdakarya.
- Sugiyono. (2009). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.
- Sugiyono. (2016). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
- Susanto, S., Ritonga, A. W., Desrani, A., Rubiyantoro, Y., & Hude, M. D. (2025). The Program for Self-Regulated Learning: An Empirical Study on Students-Survival Skills in Pesantren. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 13(1), 625–646. https://doi.org/10.26811/peuradeun.v13i1.1483
- Suyanto. (2010). Kebijakan pemerintah dalam pemerataan pendidikan. Jurnal Pendidikan Nasional, 3(1), 25–33.
- Suyanto, & Jihad, A. (2013). Menjadi guru profesional. Erlangga.
- Tilaar, H. A. R. (2002). Pendidikan, kebudayaan, dan masyarakat madani Indonesia. Remaja Rosdakarya.
- Wahjosumidjo. (2010). Kepemimpinan kepala sekolah. Raja Grafindo Persada.
References
Al-Buraey, M. A. (1986). Islam Landasan Alternatif Administrasi Pembangunan. Rajawali Press.
Arikunto, S. (2002). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.
Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian. Rineka Cipta.
Dewey, J. (1997). Experience and education. Simon & Schuster.
Fahmi, M. (2018). Pemerataan Akses Pendidikan Melalui Program Beasiswa. Jurnal Pendidikan Indonesia, 7(2), 101–112.
Hasbullah. (2015). Dasar-dasar ilmu pendidikan. PT Raja Grafindo Persada.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Kemendikbud. (2019). Pedoman pelaksanaan Program Indonesia Pintar.
Lukman, S. (1992). Filsafat kepemimpinan: Studi komparatif US Army, ABRI, dan Islam. Grafikatama Jaya.
Moleong, L. J. (2002). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Moleong, L. J. (2014). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Mulyasa, E. (2012). Manajemen berbasis sekolah. Remaja Rosdakarya.
Mulyasa, E. (2018). Menjadi kepala sekolah profesional. Remaja Rosdakarya.
Mustaghfiroh, N. (2017). Kebijakan beasiswa dalam pendidikan nasional. Jurnal Kebijakan Pendidikan, 5(1), 55–66.
Pemerintah Republik Indonesia. (2008). Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan.
Pemerintah Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan.
Rahardjo, M. D. (1995). Dunia pesantren dalam peta pembaharuan. Dalam Pesantren dan pembaharuan. LP3ES.
Sagala, S. (2010). Manajemen strategik dalam peningkatan mutu pendidikan. Alfabeta.
Sugiyono. (2006). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif dan R&D. PT Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. (2009). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Sugiyono. (2016). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Susanto, S., Ritonga, A. W., Desrani, A., Rubiyantoro, Y., & Hude, M. D. (2025). The Program for Self-Regulated Learning: An Empirical Study on Students-Survival Skills in Pesantren. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 13(1), 625–646. https://doi.org/10.26811/peuradeun.v13i1.1483
Suyanto. (2010). Kebijakan pemerintah dalam pemerataan pendidikan. Jurnal Pendidikan Nasional, 3(1), 25–33.
Suyanto, & Jihad, A. (2013). Menjadi guru profesional. Erlangga.
Tilaar, H. A. R. (2002). Pendidikan, kebudayaan, dan masyarakat madani Indonesia. Remaja Rosdakarya.
Wahjosumidjo. (2010). Kepemimpinan kepala sekolah. Raja Grafindo Persada.
